Memanfaatkan Media Sosial Sebagai Sarana untuk Berdakwah
Dakwah adalah ajakan atau seruan untuk berbuat baik serta berusaha menyelamatkan seseorang dari perbuatan yang salah atau menyimpang dari ajaran agama. Dakwah memiliki peran yang sangat penting dan merupakan aktivitas yang sangat mulia dalam Islam. Melalui dakwah, ajaran agama Islam dapat tersebar dan diterima oleh manusia di seluruh dunia.
Sebenarnya dakwah itu memiliki makna yang sangat luas, mulai dari hal yang besar seperti ceramah atau mengisi kajian hingga berdakwah dengan hal-hal yang kecil, bahkan melakukan perbuatan baik agar orang lain mau mencontoh juga termasuk kedalam dakwah.
1. MENGAPA KITA HARUS BERDAKWAH
Lalu, mengapa kita harus berdakwah?Dari Abu Sa’id Al Khudry Radhiyallahu ‘anhu, berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda :
“Barangsiapa diantara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.”(HR. Muslim no. 49)
Dari hadits diatas jelas bahwa Rasullullah sangat menganjurkan kita untuk terus berdakwah, walaupun menurut kebanyakan ulama, berdakwah adalah Fardhu Kifayah, artinya apabila telah dilakukan oleh sekelompok orang, maka beban kewajiban itu telah gugur dari yang lain.
Kendati demikian, berdakwah tetap sangat dianjurkan bagi setiap muslim karena ini adalah pekerjaan yang sangat mulia. Berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi alasan bagi kita untuk terus berdakwah :
Salah satu cara untuk mencintai Rasulullah adalah dengan mengikuti sunnahnya dan salah satu sunnah Rasulullah adalah berdakwah. Jika kita membuka kembali sejarah, kita akan melihat bagaimana kerasnya perjuangan Rasul dalam menyiarkan agama Islam. Hari ini, kita bisa beribadah dengan tenang, mencari rezeki tanpa dihantui rasa takut, bahkan kita bisa tidur dengan lelap di malam hari adalah hasil dari perjuangan Rasulullah saw.
Maka jangan sampai ajaran yang telah diperjuangkan oleh Rasul tersebut berakhir hanya sampai di tangan kita. Teruslah berdakwah demi menciptakan generasi-generasi yang senantiasa meng-Esakan Allah.
" Dan sungguh Allah benar-benar akan menolong orang yang membela (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Mereka itu adalah orang-orang yang apabila kami berikan keteguhan di atas muka bumi ini, mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar. Dan milik Allah lah akhir dari segala urusan.”(Qs. Al-Hajj: 40-41)
Orang yang gemar berdakwah senantiasa akan selalu mendapatkan pertolongan dari Allah swt, baik di dunia maupun di akhirat kelak.
“Orang-orang yang beriman lelaki dan perempuan, sebahagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain. Mereka memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, …”(Qs. At-Taubah: 71)
Inilah sikap hidup orang-orang yang beriman, mereka tidak hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri, tapi mereka juga peduli pada keselamatan saudaranya semuslim. Jika ada kekeliruan yang dikerjakan saudaranya ia akan menolongnya, menunjukkan jalan yang benar. Bukan malah membiarkan mereka terus dalam kesesatan.
Umat yang terbaik adalah umat yang senantiasa memerintahkan bagi yang ma'ruf dan mencegah bagi yang mungkar, sebagaimana Firman Allah :
“Kalian adalah umat terbaik yang dikeluarkan bagi umat manusia, kalian perintahkan yang ma’ruf dan kalian larang yang mungkar, dan kalian pun beriman kepada Allah…”(Qs. Ali-‘Imran: 110)
"Mereka tidak saling mencegah perbuatan mungkar yang selalu mereka perbuat. Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat."(QS. Al-Ma'idah: 79)
Di antara dampak mendiamkan kemungkaran adalah kemungkaran tersebut akan semakin menjadi-jadi dan bertambah merajalela. Syaikh As-Sa’di telah memaparkan akibat buruk ini :
“Sesungguhnya hal itu (mendiamkan kemungkaran) menyebabkan para pelaku kemaksiatan dan kefasikan menjadi semakin lancang dalam memperbanyak perbuatan kemaksiatan tatkala perbuatan mereka tidak dicegah oleh orang lain, sehingga keburukannya semakin menjadi-jadi. Musibah diniyah dan duniawiyah yang timbul pun semakin besar karenanya. Hal itu membuat mereka (pelaku maksiat) memiliki kekuatan dan ketenaran. Kemudian yang terjadi setelah itu adalah semakin lemahnya daya yang dimiliki oleh ahlul khair (orang baik-baik) dalam melawan ahlusy syarr (orang-orang jelek), sampai-sampai suatu keadaan dimana mereka tidak sanggup lagi mengingkari apa yang dahulu pernah mereka ingkari." (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 241)
2. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN INFORMASI
Sekarang ini kita berada di zaman yang serba canggih dan serba digital, hampir setiap orang sudah memiliki gadget, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak. Bahkan tidak sedikit orang yang malah terikat atau memiliki ketergantungan dengan gadget.Teknologi informasi mengalami perkembangan yang sangat pesat di era modern ini, tak terkecuali di Indonesia. Internet yang merupakan salah satu hasil teknologi informasi adalah sumber daya informasi yang mampu menjangkau seluruh dunia.
Dengan berkembangnya teknologi informasi, maka orang-orang tak perlu susah lagi untuk mencari informasi yang ada, mereka hanya memerlukan sebuah gadget atau smartphone, kemudian dilengkapi dengan paket internet maka mereka dapat dengan mudah menggali informasi yang ada.
Selain mencari informasi yang ada di internet seperti Google, banyak juga masyarakat yang menghabiskan waktunya di jejaring sosial seperti Youtube, Facebook, Instagram, Twitter, Tiktok dan lain-lain.
Bahkan tidak sedikit pula orang yang akhirnya kecanduan dengan platform sosial ini, segala sesuatu yang terjadi setiap harinya selalu mereka abadikan di Instagram atau Facebook.
Hal ini tentu saja bisa menjadi satu peluang bagi kita untuk memanfaatkan media sosial ini sebagai sarana untuk berdakwah.
Apalagi generasi millennial seperti saat ini sangat menyita perhatian semua kalangan. Generasi millennial sering menjadi perbincangan dalam berbagai aspek, baik dari segi pendidikan, norma-norma, kesadaran sosial, kondisi mental, termasuk ketergantungan terhadap penggunaan teknologi. Hal ini dikarenakan perubahan cara hidup yang mencolok dari generasi sebelumnya. Perubahan yang sangat dominan ini menyebabkan lahirnya sikap, idiologi, dan paham yang sangat berbeda dengan generasi-generasi terdahulu.
Misalnya saja nih, masa kecil saya dulunya sering bermain kelereng, main bola, dan permainan tradisional lainnya dengan teman-teman seumuran. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan generasi saat ini, dimana anak masih bayi saja sudah bisa memainkan android, apalagi anak yang umur sekitaran lima atau enam tahun yang asik bermain game online melalui smartphone, tanpa peduli dengan teman yang ada disampingnya, bahkan orang tuanya memanggil pun tidak digubrisnya.
Ini merupakan masalah yang cukup serius. Secara gamblang era millennial dapat dilihat dari fenomena yang muncul pada masyarakat saat ini, kebiasaan, ketergantungan kepada koneksi internet, bersifat individual, egoisme, narsis, eksis, krisis akhlak dan lain sebagainya. Teknologi saat ini hanya bisa menjadi momok bagi orang banyak karena dianggap tidak sesuai dengan aturan atau norma yang ada. Kondisi seperti ini menyebabkan timbulnya masalah-masalah sosial yang lahir dari kebiasaan-kebiasaan masyarakat masa kini.
Maka dari itu, generasi seperti sekarang ini sangatlah butuh kepada yang namanya perubahan, perubahan yang bisa mengatasi masalah-masalah semacam ini. Salah satu cara yang bisa kita gunakan adalah dakwah secara milennial, yaitu dakwah melalui internet atau media sosial.
Disamping itu, mengingat masyarakat seperti sekarang ini, dimana mereka lebih memilih untuk menonton video-video kajian yang ada di Youtube ketimbang datang ke masjid, duduk muslihat dan mendengar ceramah agama. Maka berdakwah melalui media sosial adalah satu opsi yang sangat bagus untuk kita jalankan.
3. CARA BERDAKWAH MELALUI MEDIA SOSIAL
Ada banyak sekali cara yang bisa kita lakukan jika ingin berdakwah melalui media sosial, misalnya seperti membuat akun Youtube kemudian memposting video-video kajian, mengupload Ayat/Hadits kemudian membuat caption yang mengajak kepada kebaikan atau membuat kutipan-kutipan bijak/petuah ulama di Instagram, semua itu adalah hal yang sangat baik untuk dikerjakan.Selain itu, kita juga bisa berdakwah dengan cara memposting video-video menebar kebaikan kemudian menceritakan bagaimana indahnya kehidupan jika saling berbagi satu sama lain. Semua itu bisa dilakukan asalkan ikhlas semata karena perintah Allah.
4. KEUNTUNGAN YANG AKAN DIDAPATKAN
Apa keuntungan yang akan didapatkan? Keuntungan yang akan didapatkan oleh seorang pendakwah sangat banyak sekali, baik itu di dunia maupun di akhirat, asalkan ikhlas karena Allah semata-mata. Beberapa diantaranya seperti: mendapatkan pahala yang besar, dimudahkan rizkinya, ditambah ilmunya oleh Allah, dihormati khalayak umum (masyarakat), dicintai oleh Allah, dan Insyaallah Surga balasannya.5. KESIMPULAN
Kamu tidak harus berdiri diatas panggung, memegang mikrofon, kemudian menyeru kepada pendengar untuk berbuat baik jika memang kamu belum mampu untuk melakukan itu. Tapi kamu tetap bisa menjadi seorang pendakwah, menjadi umat penerus perjuangan Rasulullah saw, yaitu memulainya dari yang kecil-kecil. Pertama, berdakwahlah untuk dirimu sendiri, perbaiki hubunganmu dengan Allah dan sesama manusia. Sudahkah kamu menjadi orang yang baik? Sudah layakkah kamu untuk menasehati orang lain? Tanyakan itu pada dirimu sendiri.Selanjutnya kamu bisa berdakwah untuk keluargamu, lihat mereka, jika kurang tepat, nasehati dan perbaikilah. Kemudian baru berlanjut pada orang-orang yang ada disekitarmu, teman-teman dan orang-orang yang kamu sayangi.
Semoga bermanfaat... ^.^
Posting Komentar untuk "Memanfaatkan Media Sosial Sebagai Sarana untuk Berdakwah"
Posting Komentar