Bagaimana Pandangan Islam Tentang Cinta? Apa Hukumnya Berpacaran?

apakah pacaran haram

Cinta, sebuah kata yang terdiri dari lima huruf ini memiliki arti yang sangat luas dan tidak akan ada habisnya untuk dibahas. Jatuh cinta atau rasa suka kepada lawan jenis itu adalah hal yang lumrah dan sangat wajar bagi kita manusia, bahkan aneh jika ada orang yang tidak suka kepada lawan jenis, orang tersebut akan dianggap abnormal atau memiliki kelainan.

Sebenarnya, apa sih arti cinta? Kenapa mayoritas pemuda dan pemudi jika jatuh cinta ujung-ujungnya jadian atau pacaran? Insyaallah semuanya akan saya bahas pada artikel ini, jangan diskip ya!

1. Definisi Cinta dan Pacaran

A. Definisi Cinta

Jika kita membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), maka cinta dapat diartikan sebagai rasa suka yang teramat sangat, atau rasa sayang yang teramat mendalam kepada seseorang.

arti kata cinta menurut kbbi
Menurut Zick Rubin, seorang ahli psikologi menyatakan bahwa cinta adalah sebuah emosi yang berasal dari tiga perasaan, yakni kasih sayang, perhatian, dan keintiman. Dalam prosesnya, cinta kemudian menjelma seperti investasi yang akan terus dipupuk dari rasa suka, kemudian mulai berkembang menjadi rasa cinta.

Ketika seseorang jatuh cinta maka ia akan cenderung mengidolakan sosoknya, hingga menaruh harapan-harapan karena kekagumannya tersebut. Kita akan mudah kagum pada orang yang kita cintai dan menganggap baik semua bentuk tingkah lakunya.

Jadi jangan heran jika ada orang yang sedang kasmaran, ia akan tergila-gila pada orang yang dicintainya. Bahkan ia akan cenderung menilai pasangannya secara subjektif dan sulit melihat hal yang buruk dari pasangannya. Bahkan ia rela membela orang yang dicintainya meskipun salah.

B. Definisi Pacaran

Menurut Wikipedia, Pacaran merupakan proses perkenalan antara dua individu yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan untuk bereproduksi melalui perkawinan, atau hubungan seksual.

Pacaran berasal dari kata pacar yang berarti teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih atau bisa disebut kekasih. Sedangkan arti kata berpacaran adalah bercintaan atau berkasih-kasihan.

2. Hukum Pacaran dalam Islam

Perasaan cinta adalah satu anugerah yang luarbiasa dari Allah, fitrah manusia tidak bisa menyangkal bahwa kita pasti pernah, sedang atau akan jatuh cinta. Hal itu wajar, namun jangan sampai kita salah dalam memilih jalur untuk mencinta. Kesalahan saat kita memilih jalur bisa berakibat celaka, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Menikahlah, jangan pacaran

Islam tidak pernah melarang seseorang untuk jatuh cinta, bahkan Islam sangat menganjurkan kita untuk saling mencintai, berbagi dan saling menyayangi antar sesama. Islam hanya mengawal dan menjaga kita semua agar tidak salah dalam mengartikan cinta.

Lalu, apa hukumnya berpacaran dalam Islam?

Dalam Islam, pacaran hukumnya sudah pasti haram, ada banyak Ayat dan Hadits yang melarang umat Islam berduaan apalagi bermesraan dengan lawan jenis.

Seperti yang telah Allah jelaskan dalam surah An-Nur ayat 30 :
Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."
(QS. An-Nur 24: Ayat 30)

Dari ayat diatas dapat kita cerna bahwa memandang lawan jenis dengan pandangan syahwat saja tidak boleh, apalagi sampai berdua-duaan hingga bermesraan.

Kenapa pacaran dilarang? Kan saya tidak berbuat zina?

Perlu untuk diketahui, bahwa setiap kali Allah melarang hamba-Nya berbuat sesuatu, itu artinya Allah tahu kalau sesuatu tersebut tidak baik dan ada efek buruknya.

Katakan saja pacaran, dua orang lawan jenis yang saling mencintai namun belum terikat pernikahan alias masih pacaran, kemana-mana selalu berdua, kira-kira setan bakalan diam aja? Enggaklah kawan, setan gak sebodoh itu.

Ibaratnya pemain bola, ketika bola sudah di depan gawang lawannya, mustahil para pemain membiarkan saja bolanya disitu, sudah pasti mereka langsung menembaknya ke arah gawang. Setan juga demikian, ketika ia melihat ada dua insan yang sedang memadu kasih, ia tidak bakalan diam saja, segala upaya ia kerahkan untuk membujuk dan menggoda supaya mereka mau berzina. Naudzubillah.

Allah tahu bagaimana kejinya perbuatan zina dan Allah juga tahu sebesar mana efek buruk yang akan ditimbulkan gara-gara zina.

Efek-efek buruk yang ditimbulkan gara-gara perzinaan :
  • Merupakan Dosa Besar
    Berzina adalah salah satu dosa besar, dosa ini tidak akan bisa terhapus hanya dengan memperbanyak amal shaleh, akan tetapi harus melakukan tobat nasuha.

  • Merusak Kehormatan dan Harga Diri
    Terlebih kaum hawa, rasa penyelasan yang luarbiasa akan muncul setelah melakukan dosa ini karena kesucian dan kehormatan dirinya sudah tidak ada lagi.

  • Dipandang Hina Oleh Manusia
    Walaupun sudah bertobat dari dosa ini, manusia tetap saja memandang mereka dengan pandangan hina karena dosa yang pernah mereka lakukan.

  • Merusak Nasab atau Keturunan
    Setiap anak yang lahir dari hasil perzinaan adalah anak yang tidak memiliki ayah, bayangkan jika anak itu perempuan dan bagaimana nantinya saat ia akan menikah? atau anak laki-laki, mereka tidak akan mendapatkan harta warisan.

  • Tersebarnya Penyakit yang Berbahaya
    Orang yang melakukan perzinaan kemungkinan besar akan terjangkit penyakit yang berbahaya dan mematikan seperti HIV dan AIDS.

Yang saya sebutkan diatas hanyalah sebagian kecilnya saja, ada banyak sekali efek-efek buruk lainnya yang bisa ditimbulkan gara-gara perbuatan zina.

3. Antara Pacaran dan Ta'aruf

Saat ini pacaran sudah dianggap menjadi hal yang biasa, padahal sudah sangat jelas larangannya. Bahkan ada yang menyebut dengan istilah pacaran islami dengan alasan agar lebih bersemangat dalam beribadah, tetapi intinya sama saja zina mata, zina hati, zina pikiran, bahkan zina perbuatan. Walaupun dosanya kecil tapi lama-lama kalau dikumpulin ya jadi dosa besar juga.

Lalu bagaimana dengan ta'aruf?

Pacaran dan ta'aruf adalah dua hal yang sangat jauh perbedaannya. Ta'aruf berasal dari bahasa Arab yang artinya adalah perkenalan. Dimana seorang laki-laki yang merasa sudah siap untuk menikah dan membangun rumah tangga akan mencari seorang perempuan untuk dijadikan calon istrinya.

Ta'aruf diawali dengan niat yang baik, yaitu menjalankan salah satu sunnah Rasul atau menikah karena Allah. Biasanya, untuk bisa saling mengenal satu sama lain mereka melakukan pertukaran biodata tertulis yang kemudian ada pihak ketiga yang menjadi perantara pertukaran biodata tersebut, bisa jadi teman dekat ataupun keluarga. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi pertemuan.

Jika dirasa ada kecocokan antara dua pasangan, maka akan dilanjutkan dengan cara mendatangi rumah calon pengantin wanita dan menghadap langsung kepada orang tuanya.

Nah, dari sini terlihat jelas perbedaan antara pacaran dan ta'aruf. Dimana ta'aruf itu tidak ada yang namanya ketemuan, berduaan, apalagi bermesraan.

4. Menemukan Cinta Sejati

Ketika kita dihadapkan pada persoalan cinta, kita harus bisa membedakan mana cinta yang semu dan mana cinta yang hakiki atau cinta sejati. Cinta yang hakiki adalah cinta yang dilandasi dengan rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Cinta yang membuat kita semakin takut kepada Allah adalah cinta yang sebenar-benar cinta.

Bagaimana tidak, seseorang yang mencintai karena Allah adalah dia yang mencintai dengan tulus atas perintah-Nya, bukan karena hawa nafsu belaka.

Islam sendiri merupakan agama yang sangat baik dalam memandang yang namanya cinta serta pernikahan. Karena bersatunya antara laki-laki dan perempuan dalam ikatan suci yang terjalin dalam pernikahan merupakan suatu hal yang sakral.

Dari cinta itu lahirlah sebuah peradaban, yang dimulai dari lahirnya seorang penerus generasi yang membawa nilai-nilai keislaman didalam dirinya. Sehingga cinta bukan hanya sekedar nafsu belaka, tetapi harus ada visi dan misi yang kuat.

Oleh karena itu penting bagi kita untuk menyiapkan segala hal yang dibutuhkan sebelum memulai kehidupan rumah tangga yang dilandasi atas cinta karena Allah; sehingga semua yang kita jalani dalam bahtera tumah tangga dapat bernilai ibadah yang dapat mendekatkan diri kita kepada Allah; dapat melahirkan generasi penerus Islam yang dapat membentuk peradaban maju serta islami.

Bagaimana caranya menemukan cinta sejati?

Jangan pikirkan tentang bagaimana menemukan cinta sejati yang mencintai karena Allah, tapi teruslah memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Insyaallah, Allah sudah siapkan kejutan yang membahagiakan bagi hamba-Nya yang senantiasa sabar dan istiqamah.

Semoga bermanfaat... ^.^

Posting Komentar untuk "Bagaimana Pandangan Islam Tentang Cinta? Apa Hukumnya Berpacaran?"